MANAJEMEN
SUMBER DAYA MANUSIA
“KONSEP DAN TANTANGAN, PENDEKATAN, TUJUAN, FUNGSI &
PERAN MSDM ”
Dosen pengampu: Dr. Sutrisno, MM
Oleh kelompok V
Zuliatin
Diah dzatus A
Gunasir
Abdul Basit
Zaelani
Zain
M.Efendi
SEKOLAH TINGGI ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK (STISOSPOL)
“WASKITA DHARMA” MALANG
Jl. Hamid Rusdi III/161, Malang, (( 0341 ) 323678
e-mail
: waskita_dharma@yahoo.com
KATA PENGANTAR
Puji syukur saya panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha
Esa karena dengan rahmat, karunia, serta taufik dan hidayah-Nya lah saya dapat
menyelesaikan tugas mata kuliah Administrasi Kepegawaian Negara yang berjudul “KONSEP, TANTANGAN, PENDEKATAN,
TUJUAN, FUNGSI & PERAN MSDM” tepat pada waktunya.
Saya sangat berharap ini dapat berguna dan
bermanfaat dalam rangka menambah wawasan serta pengetahuan tentang 0rganisasi
pendidikan.
Saya juga
menyadari sepenuhnya bahwa tugas ini masih terdapat berbagai kekurangan serta
masih jauh dari apa yang saya harapkan. Untuk itu, saya berharap adanya kritik,
saran dan usulan dari para pembaca demi perbaikan di masa yang akan datang,
mengingat tidak ada sesuatu yang sempurna tanpa sarana yang membangun.
Semoga makalah sederhana ini dapat
dipahami bagi siapapun yang membacanya. Sekiranya makalah yang telah saya susun
ini dapat berguna dan bermanfaat bagi saya sendiri maupun bagi pembaca.
Sebelumnya saya mohon maaf apabila terdapat kesalahan kata yang kurang berkenan
dan saya memohon kritik dan saran yang membangun demi perbaikan di masa depan.
Malang,
23 Maret 2017
Penyusun,
DAFTAR ISI
COVER
KATA PENGANTAR..................................................................................................... i
DAFTAR ISI................................................................................................................... ii
BAB 1 PENDAHULUAN.............................................................................................. 1
1.1 Latar Belakang.............................................................................................. 1
1.2 Rumusan Masalah......................................................................................... 1
1.3 Tujuan............................................................................................................ 1
BAB II PEMBAHASAN................................................................................................ 2
2.1 Konsep Manajemen Sumber
Daya Manusia (MSDM).................................... 2
2.2 Tantangan
Manajemen Sumber Daya Manusia (MSDM)................................ 2
2.3 Pendekatan Manajemen
Sumber Daya Manusia (MSDM).............................. 3
2.4 Tujuan Manajemen
Sumber Daya Manusia (MSDM)..................................... 4
2.5 Fungsi-fungsi Manajemen Sumber
Daya Manusia (MSDM).......................... 4
2.6 Peran Manajemen
Sumber Daya Manusia (MSDM)....................................... 5
2.7
BAB 111 PENUTUP....................................................................................................... 6
3.1 Kesimpulan.................................................................................................... 6
DAFTAR PUSTAKA..................................................................................................... 7
BAB I
PENDAHULUAN
1.1
Latar Belakang
Dalam organisasi apapun Sumber Daya Manusia (SDM) menempati kedudukan yang paling vital. Memang diakui bahwa biaya itu penting. Demikian pula sarana, prasarana dan teknologi. Namun ketersediaan sumber-sumber daya itu menjadi sia-sia apabila ditangani oleh orang-orang yang tidak kompeten dan kurang komitmen. Upaya-upaya untuk merencanakan kebutuhan pegawai (SDM), mengadakan, menyeleksi, menempatkan dan memberi penugasan secara tepat telah menjadi perhatian penting pada setiap organisasi yang kompetitif. Demikian pula kebijakan kompensasi (penggajian dan kesejahteraan) dan penilaian kinerja yang dilakukan dengan adil dan tepat dapat melahirkan motivasi berprestasi pada para pegawai. Fungsi-fungsi manajemen sumber daya manusia seperti itu masih belum cukup, apabila tidak disertai dengan kebijakan pengembangan dan pemberdayaan pegawai yang dilakukan secara sistematik.
Dalam arti yang tradisional, konsep pengelolaan pegawai terbatas pada urusan-urusan manajemen operatif, seperti mengelola data pegawai (record keeping), penilaian kinerja yang bersifat mekanistik (mechanical job evaluation), kenaikan pangkat dan gaji secara otomatis (automatic merit increase). Perhatian terhadap SDM pada masa kini mencakup aspek-aspek yang berkaitan dengan keamanan dan kenyamanan pegawai (fisik, emosional dan sosial), yang akan berpengaruh secara signifikan terhadap cara-cara mereka bekerja, dan dengan sendirinya berpengaruh terhadap produktivitas mereka.
Rumusan
Masalah.
1. Apa
konsep & Tantangan MSDM?
2. Apa
saja Pendekatan MSDM?
3. Apa
Tujuan, Fungsi & Peran MSDM?
Tujuan
1. Mengetahui
konsep & Tantangan MSDM.
2. Mengetahui
Pendekatan MSDM
3. Mengetahui
Tujuan, Fungsi & Peran MSDM
BAB II
PEMBAHASAN
2.1
Konsep Manajemen Sumber Daya Manusia (MSDM).
Manajemen Sumber Daya Manusia (MSDM) adalah segala kegiatan yang berkaitan dengan pengakuan pada pentingnya tenaga kerja pada organisasi sebagai sumber daya manusia yang vital, yang memberikan sumbangan terhadap tujuan organisasi, dan memanfaatkan fungsi dan kegiatan yang menjamin bahwa sumber daya manusia dimanfaatkan secara efektif dan adil demi kemaslahatan individu, organisasi, dan masyarakat. Dalam pengertian ini, posisi sumber daya manusia tidak bisa digantikan oleh faktor-faktor lain dilihat dari nilai sumbangannya terhadap organisasi. Seorang pegawai dinyatakan memiliki nilai sumbangan kepada organisasi apabila kehadirannya diperlukan, memiliki nilai tambah terhadap produktivitas organisasi dan kegiatannya berada dalam mata rantai keutuhan sistem organisasi itu. Tingkat kesehatan manajemen sumber daya manusia dalam satu organisasi dapat dikaji dari ketepatan melaksanakan fungsi-fungsi MSDM, yang mencakup : (1) Perencanaan SDM, (2) Analisis Pekerjaan, (3) Pengadaan Pegawai, (4) Seleksi Pegawai, (5) Orientasi, Penempatan dan Penugasan, (6) Konpensasi, (7) Penilaian Kinerja, (8) Pengembangan Kariri, (9) Pelatihan dan Pengembangan Pegawai, (10) Penciptaan Mutu Kehidupan Kerja, (11) Perundingan Kepegawaian, (12) Riset Pegawai, dan (13) Pensiun dan Pemberhentian Pegawai. Kemaslahatan seorang pegawai harus dilihat dari kepentingan dan kebermaknaan bagi dirinya sendiri, produktivitas organisasi dan fihak-fihak yang memperoleh jasa layanan organisasi itu.
2.2
Tantangan Manajemen Sumber Daya Manusia (MSDM).
·
Tantangan Eksternal
Lingkungan eksternal yang sering di hadapi
manajemen sumberdaya manusia mencakup perubahan teknologi, factor social
budaya, pasar tenaga kerja, factor politik, kondisi perekonomian, factor
geografi, factor demografi, kegiatan mitra, pesaing.
·
Tantangan Internal.
Tantangan internal muncul karena adanya
SDM yang mengejar pertimbangan diantaranya adalah: financial, penjualan,
keuangan, service, produksi, dan lain-lain.
2.3 Pendekatan Manajemen
Sumber Daya Manusia (MSDM)
. Dalam setiap kegiatan atau aktivitas
organisasi dari waktu ke waktu selalu timbul masalah-masalah. Untuk mengatasi
masalah–masalah yang timbul ada beberapa pendekatan sesuai dengan periodenya.
Maksudnya pendekatan yang lebih akhir menunjukkan lebih baru ditinjau dari segi
waktunya. Namun sampai sekarang pun masih ada pimpinan pemerintah desa yang
menggunakan pendekatan lama dalam mengatasi permasalahan. Di bawah ini
dikemukakan tiga pendekatan: Pendekatan Mekanis, Pendekatan Paternalisme, dan,
Pendekatan Sistem Sosial.
1. Pendekatan Mekanis
(klasik)
Perkembangan
di bidang pelayanan publik dengan penggunaan mesin–mesin dan alat alat
elektronika membawa kemajuan yang sangat pesat dalam efisiensi kerja.
Dalam pendekatan mekanis, apabila ada permasalahan yang berhubungan dengan tenaga kerja, maka unsur manusia dalam organisasi disamakan dengan faktor produksi lain, sehingga pimpinan pemerintah desa cenderung menekan pekerja dengan upah yang minim sehingga biaya produksi rendah. Pandangan pendekatan ini menunjukkan sikap bahwa tenaga kerja harus dikelompokkan sebagai modal yang merupakan faktor produksi. Dengan hal ini maka di usahakan untuk memperoleh tenaga kerja yang murah namun bisa di manfaatkan semaksimal mungkin dan memperoleh hasil yang lebih besar untuk kepentingan pemberi kerja. Pendekatan ini cukup dominan di negara–negara industri barat sampai dengan tahun 1920 – an.
Dalam pendekatan mekanis, apabila ada permasalahan yang berhubungan dengan tenaga kerja, maka unsur manusia dalam organisasi disamakan dengan faktor produksi lain, sehingga pimpinan pemerintah desa cenderung menekan pekerja dengan upah yang minim sehingga biaya produksi rendah. Pandangan pendekatan ini menunjukkan sikap bahwa tenaga kerja harus dikelompokkan sebagai modal yang merupakan faktor produksi. Dengan hal ini maka di usahakan untuk memperoleh tenaga kerja yang murah namun bisa di manfaatkan semaksimal mungkin dan memperoleh hasil yang lebih besar untuk kepentingan pemberi kerja. Pendekatan ini cukup dominan di negara–negara industri barat sampai dengan tahun 1920 – an.
2.
Pendekatan Paternalisme (Paternalistik)
Dengan
adanya perkembangan pemikiran dari para pekerja yang semakin maju dari para
pekerja, yang menunjukkan mereka dapat melepaskan diri dari ketergantungan
manajemen atau pimpinan pemerintah desa mengimbangkan dengan kebaikan untuk
para pekerja. Paternalisme merupakan suatu konsep yang menganggap manajemen
sebagai pelindung terhadap karyawan, berbagai usaha telah dilakukan oleh
pimpinan pemerintah desa supaya para pekerja tidak mencari bantuan dari pihak
lain. Pendekatan ini mulai hilang pada waktu periode tahun 1930–an.
3.
Pendekatan Sistem Sosial (Human Relation)
Manajemen
Sumber Daya Manusia atau personalia merupakan proses yang kompleks. Dengan
kekomplekan kegiatan manajemen Sumber Daya Manusia, maka pimpinan pemerintah
desa mulai mengarah pada pendekatan yang lain yaitu pendidikan sistem sosial
yang merupakan suatu pendekatan yang dalam pemecahan masalah selalu
memperhitungkan faktor – faktor lingkungan. Setiap ada permasalahan, maka
diusahakan dipecahkan dengan sebaik mungkin dengan resiko yang paling kecil,
baik bagi pihak tenaga kerja maupun pemberi kerja.
2.4
Tujuan Manajemen Sumber Daya Manusia (MSDM).
Manajemen sumber daya manusia bertujuan untuk merumuskan
kebutuhan pegawai, mengembangkan dan memberdayakan pegawai untuk memperoleh
nilai maslahat optimal bagi individu pegawai yang bersangkutan, organisasi dan
masyarakat yang dilayaninya. MSDM dilaksanakan untuk mewujudkan organisasi yang
sehat, yaitu organisasi yang memiliki jumlah dan kualifikasi pegawai sesuai
dengan beban dan tugas-tugas organisasi yang ada di dalamnya. MSDM harus
mendukung tingkat ketahanan pemerintah desa, pertumbuhan, produktivitas dan
kompetisi.
2.5 Fungsi-fungsi Manajemen Sumber Daya
Manusia (MSDM).
Fungsi manajemen sumber
daya manusia sama halnya dengan fungsi yang ada dalam manajemen sendiri,
seperti apa yang dikemukakan G. Terry dalam bukunya Principle of Management
yang menyatakan bahwa, fungsi manajemen meliputi Planning, Organizing,
Actuating dan Controlling (POAC). Henry Fayol menyebutkan bahwa, fungsi
manajemen meliputi Planning, Organizing, Commanding, Coordinating dan
Controllung (POCCC). Luther Gulick mengemukakan fungsi manajemen meliputi
Planning, Organizing, Staffing, Directing, Coordinating, Reporting dan
Budgeting (POSDCoRB). Dalam manajemen sumber daya manusia beberapa ahli seperti
Edwin B. Flippo, Dale Yoder, Manullang, Moekijat dan Malayu SP. Hasibuan serta
Henry Simamora mengemukakan fungsi manajemen sumber daya manusia seperti halnya
fungsi manajemen yang dikemukakan di atas, adalah sebagai berikut:
1. Perencanaan
2. Rekrutmen
3. Seleksi
4. Dekrutmen(pengurangan
pegawai)
5. Orientasi, Pelatihan dan
Pengembangan
6. Evalauasi Kinerja
7. Komensasi
8. Pengintegrasian
9. Pemeliharaan
10. Pemberhentian.
2.6 Peran Manajemen
Sumber Daya Manusia (MSDM).:
- Menetapkan jumlah, kualitas dan
penempatan tenaga kerja yang sesuai dengan kebutuhan pemerintah desa
berdasarkan job description, job spesification, job requitment
- Menetapkan penarikan, seleksi
dan penempatan karyawan berdasarkan atas asas THE RIGHT MAN IN THE RIGHT
PLACE AND THE RIGHT MAN IN THE RIGHT JOB.
- Menetapkan program
kesejahteraan, pengembangan, promosi dan pemberhentian
- Meramalkan penawaran dan
permintaan sumber daya manusia pada masa yang akan datang.
- Memperkirakan keadaan
perekonomian pada umumnya dan perkembangan pemerintah
desa pada khususnya.
- Memonitor kemajuan teknik dan
perkembangan pegawai pemerintahan..
- Melaksanakan pendidikan,
latihan dan penilaian prestasi kerja karyawan.
- Mengatur mutasi karyawan
baik vertikal maupun horisontal.
- Mengatur pensiunan,
pemberhentian dan pesangonnya”
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan.
Manajemen
Sumber Daya Manusia merupakan perencanaan, pengorganisasian, pengkoordinasian,
pelaksanaan dan pengawasan terhadap pengadaan, pengembangan, pemberian balas
jasa, pengintegrasian, pemeliharaan, dan pemisahan tenaga kerja dalam rangka
mencapai tujuan organisasi. Sejarah Manajemen Sumber Daya Manusia sebelum
permulaan abad ke-20 manusia dipandang sebagai barang, benda mati yang dapat
diperlakukan sekehendak oleh majikan, hingga saat ini peningkatan kualitas
sumber daya masih terus dilakukan, karena meskipun suatu negara tidak mempunyai
keunggulan komparatif yang baik, namun mempunyai keunggulan kompetitif, maka
negara tersebut bisa lebih bersaing dengan negara lain. Pendekatannya Manajemen
Sumber Daya Manusia yaitu dilakukan dengan pendekatan mekanis, pendekatan
paternalisme, dan, pendekatan system social. Tahap pelaksanaannya yaitu
recruitment (pengadaan), maintenance (pemeliharaan), dan development
(pengembangan). Fungsi adanya MSDM yaitu perencanaan tenaga kerja, pengembangan
tenaga kerja, penilaian prestasi kerja, pemberian kompensasi, pemeliharaan
tenaga kerja, dan pemberhentian. Urgensi adanya MSDM yaitu karena MSDM berarti
mengatur, mengurus SDM berdasarkan visi pemerintah desa agar tujuan organisasi
dapat dicapai secara optimum, staffing dan personalia dalam organisasi,
meningkatkan kinerja, mengembangkan budaya korporasi yang mendukung penerapan
inovasi dan fleksibilitas.
·
Manajemen
Sumber Daya Manusia, Yogyakarta : ANDI, 2008,
hlm. 1-2
·
Manajemen
Sumber Daya Manusia, Yogyakarta : ANDI, 2003
·
Ibid, hlm 4-6
·
Op.cit, hlm. 3-4
·
Ibid., hlm. 4-5
·
Op. cit, hlm.7-12
·
Ibid, hlm. 3-5

Tidak ada komentar:
Posting Komentar