Senin, 21 Agustus 2017

MSDM ''Konsep dan tantangan,pendekatan,tujuan, fungsi, dan peran MSDM''

MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA
KONSEP DAN  TANTANGAN, PENDEKATAN, TUJUAN, FUNGSI & PERAN MSDM
Dosen pengampu: Dr. Sutrisno, MM

Oleh kelompok V
Zuliatin
Diah dzatus A
Gunasir
Abdul Basit
Zaelani Zain
M.Efendi





SEKOLAH TINGGI ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK (STISOSPOL)
WASKITA DHARMA MALANG
Jl. Hamid Rusdi III/161, Malang, (( 0341 ) 323678


KATA PENGANTAR

Puji syukur saya panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena dengan rahmat, karunia, serta taufik dan hidayah-Nya lah saya dapat menyelesaikan tugas mata kuliah Administrasi Kepegawaian Negara  yang berjudul “KONSEP, TANTANGAN, PENDEKATAN, TUJUAN, FUNGSI & PERAN MSDM” tepat pada waktunya.
 Saya sangat berharap ini dapat berguna dan bermanfaat dalam rangka menambah wawasan serta pengetahuan tentang 0rganisasi pendidikan.
Saya juga menyadari sepenuhnya bahwa tugas ini masih terdapat berbagai kekurangan serta masih jauh dari apa yang saya harapkan. Untuk itu, saya berharap adanya kritik, saran dan usulan dari para pembaca demi perbaikan di masa yang akan datang, mengingat tidak ada sesuatu yang sempurna tanpa sarana yang membangun.
Semoga makalah sederhana ini dapat dipahami bagi siapapun yang membacanya. Sekiranya makalah yang telah saya susun ini dapat berguna dan bermanfaat bagi saya sendiri maupun bagi pembaca. Sebelumnya saya mohon maaf apabila terdapat kesalahan kata yang kurang berkenan dan saya memohon kritik dan saran yang membangun demi perbaikan di masa depan.




 Malang,  23 Maret 2017


      Penyusun,







DAFTAR ISI

COVER
KATA PENGANTAR..................................................................................................... i
DAFTAR ISI................................................................................................................... ii
BAB 1 PENDAHULUAN.............................................................................................. 1
1.1  Latar Belakang.............................................................................................. 1
1.2  Rumusan Masalah......................................................................................... 1
1.3  Tujuan............................................................................................................ 1
BAB II PEMBAHASAN................................................................................................ 2
2.1  Konsep Manajemen Sumber Daya Manusia (MSDM).................................... 2
2.2  Tantangan Manajemen Sumber Daya Manusia (MSDM)................................ 2
2.3  Pendekatan Manajemen Sumber Daya Manusia (MSDM).............................. 3 
2.4  Tujuan Manajemen Sumber Daya Manusia (MSDM)..................................... 4
2.5  Fungsi-fungsi Manajemen Sumber Daya Manusia (MSDM).......................... 4
2.6  Peran Manajemen Sumber Daya Manusia (MSDM)....................................... 5
2.7   
BAB 111 PENUTUP....................................................................................................... 6
3.1  Kesimpulan.................................................................................................... 6
DAFTAR PUSTAKA..................................................................................................... 7












BAB I
PENDAHULUAN


1.1 Latar Belakang

            Dalam organisasi apapun Sumber Daya Manusia (SDM) menempati kedudukan yang paling vital. Memang diakui bahwa biaya itu penting. Demikian pula sarana, prasarana dan teknologi. Namun ketersediaan sumber-sumber daya itu menjadi sia-sia apabila ditangani oleh orang-orang yang tidak kompeten dan kurang komitmen. Upaya-upaya untuk merencanakan kebutuhan pegawai (SDM), mengadakan, menyeleksi, menempatkan dan memberi penugasan secara tepat telah menjadi perhatian penting pada setiap organisasi yang kompetitif. Demikian pula kebijakan kompensasi (penggajian dan kesejahteraan) dan penilaian kinerja yang dilakukan dengan adil dan tepat dapat melahirkan motivasi berprestasi pada para pegawai. Fungsi-fungsi manajemen sumber daya manusia seperti itu masih belum cukup, apabila tidak disertai dengan kebijakan pengembangan dan pemberdayaan pegawai yang dilakukan secara sistematik.
Dalam arti yang tradisional, konsep pengelolaan pegawai terbatas pada urusan-urusan manajemen operatif, seperti mengelola data pegawai (record keeping), penilaian kinerja yang bersifat mekanistik (mechanical job evaluation), kenaikan pangkat dan gaji secara otomatis (automatic merit increase). Perhatian terhadap SDM pada masa kini mencakup aspek-aspek yang berkaitan dengan keamanan dan kenyamanan pegawai (fisik, emosional dan sosial), yang akan berpengaruh secara signifikan terhadap cara-cara mereka bekerja, dan dengan sendirinya berpengaruh terhadap produktivitas mereka.

Rumusan Masalah.
1.      Apa konsep & Tantangan MSDM?
2.      Apa saja Pendekatan MSDM?
3.      Apa Tujuan, Fungsi & Peran MSDM?

Tujuan
1.      Mengetahui konsep & Tantangan MSDM.
2.      Mengetahui Pendekatan MSDM
3.      Mengetahui Tujuan, Fungsi & Peran MSDM





BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Konsep Manajemen Sumber Daya Manusia (MSDM).

            Manajemen Sumber Daya Manusia (MSDM) adalah segala kegiatan yang berkaitan dengan pengakuan pada pentingnya tenaga kerja pada organisasi sebagai sumber daya manusia yang vital, yang memberikan sumbangan terhadap tujuan organisasi, dan memanfaatkan fungsi dan kegiatan yang menjamin bahwa sumber daya manusia dimanfaatkan secara efektif dan adil demi kemaslahatan individu, organisasi, dan masyarakat. Dalam pengertian ini, posisi sumber daya manusia tidak bisa digantikan oleh faktor-faktor lain dilihat dari nilai sumbangannya terhadap organisasi. Seorang pegawai dinyatakan memiliki nilai sumbangan kepada organisasi apabila kehadirannya diperlukan, memiliki nilai tambah terhadap produktivitas organisasi dan kegiatannya berada dalam mata rantai keutuhan sistem organisasi itu. Tingkat kesehatan manajemen sumber daya manusia dalam satu organisasi dapat dikaji dari ketepatan melaksanakan fungsi-fungsi MSDM, yang mencakup : (1) Perencanaan SDM, (2) Analisis Pekerjaan, (3) Pengadaan Pegawai, (4) Seleksi Pegawai, (5) Orientasi, Penempatan dan Penugasan, (6) Konpensasi, (7) Penilaian Kinerja, (8) Pengembangan Kariri, (9) Pelatihan dan Pengembangan Pegawai, (10) Penciptaan Mutu Kehidupan Kerja, (11) Perundingan Kepegawaian, (12) Riset Pegawai, dan (13) Pensiun dan Pemberhentian Pegawai. Kemaslahatan seorang pegawai harus dilihat dari kepentingan dan kebermaknaan bagi dirinya sendiri, produktivitas organisasi dan fihak-fihak yang memperoleh jasa layanan organisasi itu.

2.2 Tantangan Manajemen Sumber Daya Manusia (MSDM).
·         Tantangan Eksternal
Lingkungan eksternal yang sering di hadapi manajemen sumberdaya manusia mencakup perubahan teknologi, factor social budaya, pasar tenaga kerja, factor politik, kondisi perekonomian, factor geografi, factor demografi, kegiatan mitra, pesaing.
·         Tantangan Internal.
Tantangan internal muncul karena adanya SDM yang mengejar pertimbangan diantaranya adalah: financial, penjualan, keuangan, service, produksi, dan lain-lain. 
2.3 Pendekatan Manajemen Sumber Daya Manusia (MSDM)
. Dalam setiap kegiatan atau aktivitas organisasi dari waktu ke waktu selalu timbul masalah-masalah. Untuk mengatasi masalah–masalah yang timbul ada beberapa pendekatan sesuai dengan periodenya. Maksudnya pendekatan yang lebih akhir menunjukkan lebih baru ditinjau dari segi waktunya. Namun sampai sekarang pun masih ada pimpinan pemerintah desa yang menggunakan pendekatan lama dalam mengatasi permasalahan. Di bawah ini dikemukakan tiga pendekatan: Pendekatan Mekanis, Pendekatan Paternalisme, dan, Pendekatan Sistem Sosial.
1.    Pendekatan Mekanis (klasik)
Perkembangan di bidang pelayanan publik dengan penggunaan mesin–mesin dan alat alat elektronika membawa kemajuan yang sangat pesat dalam efisiensi kerja.
Dalam pendekatan mekanis, apabila ada permasalahan yang berhubungan dengan tenaga kerja, maka unsur manusia dalam organisasi disamakan dengan faktor produksi lain, sehingga pimpinan pemerintah desa cenderung menekan pekerja dengan upah yang minim sehingga biaya produksi rendah. Pandangan pendekatan ini menunjukkan sikap bahwa tenaga kerja harus dikelompokkan sebagai modal yang merupakan faktor produksi. Dengan hal ini maka di usahakan untuk memperoleh tenaga kerja yang murah namun bisa di manfaatkan semaksimal mungkin dan memperoleh hasil yang lebih besar untuk kepentingan pemberi kerja. Pendekatan ini cukup dominan di negara–negara industri barat sampai dengan tahun 1920 – an.
2.    Pendekatan Paternalisme (Paternalistik)
Dengan adanya perkembangan pemikiran dari para pekerja yang semakin maju dari para pekerja, yang menunjukkan mereka dapat melepaskan diri dari ketergantungan manajemen atau pimpinan pemerintah desa mengimbangkan dengan kebaikan untuk para pekerja. Paternalisme merupakan suatu konsep yang menganggap manajemen sebagai pelindung terhadap karyawan, berbagai usaha telah dilakukan oleh pimpinan pemerintah desa supaya para pekerja tidak mencari bantuan dari pihak lain. Pendekatan ini mulai hilang pada waktu periode tahun 1930–an.
3.    Pendekatan Sistem Sosial (Human Relation)
Manajemen Sumber Daya Manusia atau personalia merupakan proses yang kompleks. Dengan kekomplekan kegiatan manajemen Sumber Daya Manusia, maka pimpinan pemerintah desa mulai mengarah pada pendekatan yang lain yaitu pendidikan sistem sosial yang merupakan suatu pendekatan yang dalam pemecahan masalah selalu memperhitungkan faktor – faktor lingkungan. Setiap ada permasalahan, maka diusahakan dipecahkan dengan sebaik mungkin dengan resiko yang paling kecil, baik bagi pihak tenaga kerja maupun pemberi kerja.
2.4 Tujuan Manajemen Sumber Daya Manusia (MSDM).
Manajemen sumber daya manusia bertujuan untuk merumuskan kebutuhan pegawai, mengembangkan dan memberdayakan pegawai untuk memperoleh nilai maslahat optimal bagi individu pegawai yang bersangkutan, organisasi dan masyarakat yang dilayaninya. MSDM dilaksanakan untuk mewujudkan organisasi yang sehat, yaitu organisasi yang memiliki jumlah dan kualifikasi pegawai sesuai dengan beban dan tugas-tugas organisasi yang ada di dalamnya. MSDM harus mendukung tingkat ketahanan pemerintah desa, pertumbuhan, produktivitas dan kompetisi.
2.5 Fungsi-fungsi Manajemen Sumber Daya Manusia (MSDM).
Fungsi manajemen sumber daya manusia sama halnya dengan fungsi yang ada dalam manajemen sendiri, seperti apa yang dikemukakan G. Terry dalam bukunya Principle of Management yang menyatakan bahwa, fungsi manajemen meliputi Planning, Organizing, Actuating dan Controlling (POAC). Henry Fayol menyebutkan bahwa, fungsi manajemen meliputi Planning, Organizing, Commanding, Coordinating dan Controllung (POCCC). Luther Gulick mengemukakan fungsi manajemen meliputi Planning, Organizing, Staffing, Directing, Coordinating, Reporting dan Budgeting (POSDCoRB). Dalam manajemen sumber daya manusia beberapa ahli seperti Edwin B. Flippo, Dale Yoder, Manullang, Moekijat dan Malayu SP. Hasibuan serta Henry Simamora mengemukakan fungsi manajemen sumber daya manusia seperti halnya fungsi manajemen yang dikemukakan di atas, adalah sebagai berikut: 
1. Perencanaan
2. Rekrutmen
3. Seleksi
4. Dekrutmen(pengurangan pegawai)
5. Orientasi, Pelatihan dan Pengembangan
6. Evalauasi Kinerja
7. Komensasi
8. Pengintegrasian
9. Pemeliharaan
10. Pemberhentian.
2.6 Peran Manajemen Sumber Daya Manusia (MSDM).:
  1. Menetapkan jumlah, kualitas dan penempatan tenaga kerja yang sesuai dengan kebutuhan pemerintah desa berdasarkan job description, job spesification, job requitment
  2. Menetapkan penarikan, seleksi dan penempatan karyawan berdasarkan atas asas THE RIGHT MAN IN THE RIGHT PLACE AND THE RIGHT MAN IN THE RIGHT JOB.
  3. Menetapkan program kesejahteraan, pengembangan, promosi dan pemberhentian
  4. Meramalkan penawaran dan permintaan sumber daya manusia  pada masa yang akan datang.
  5. Memperkirakan keadaan perekonomian pada umumnya  dan perkembangan  pemerintah desa  pada khususnya.
  6. Memonitor kemajuan teknik dan perkembangan  pegawai pemerintahan..
  7. Melaksanakan pendidikan, latihan dan penilaian prestasi kerja karyawan.
  8. Mengatur mutasi  karyawan baik vertikal  maupun horisontal.
  9. Mengatur pensiunan, pemberhentian dan pesangonnya”



BAB III
PENUTUP

3.1  Kesimpulan.

Manajemen Sumber Daya Manusia merupakan perencanaan, pengorganisasian, pengkoordinasian, pelaksanaan dan pengawasan terhadap pengadaan, pengembangan, pemberian balas jasa, pengintegrasian, pemeliharaan, dan pemisahan tenaga kerja dalam rangka mencapai tujuan organisasi. Sejarah Manajemen Sumber Daya Manusia sebelum permulaan abad ke-20 manusia dipandang sebagai barang, benda mati yang dapat diperlakukan sekehendak oleh majikan, hingga saat ini peningkatan kualitas sumber daya masih terus dilakukan, karena meskipun suatu negara tidak mempunyai keunggulan komparatif yang baik, namun mempunyai keunggulan kompetitif, maka negara tersebut bisa lebih bersaing dengan negara lain. Pendekatannya Manajemen Sumber Daya Manusia yaitu dilakukan dengan pendekatan mekanis, pendekatan paternalisme, dan, pendekatan system social. Tahap pelaksanaannya yaitu recruitment (pengadaan), maintenance (pemeliharaan), dan development (pengembangan). Fungsi adanya MSDM yaitu perencanaan tenaga kerja, pengembangan tenaga kerja, penilaian prestasi kerja, pemberian kompensasi, pemeliharaan tenaga kerja, dan pemberhentian. Urgensi adanya MSDM yaitu karena MSDM berarti mengatur, mengurus SDM berdasarkan visi pemerintah desa agar tujuan organisasi dapat dicapai secara optimum, staffing dan personalia dalam organisasi, meningkatkan kinerja, mengembangkan budaya korporasi yang mendukung penerapan inovasi dan fleksibilitas.










DAFTAR PUSTAKA

·         Manajemen Sumber Daya Manusia, Yogyakarta : ANDI, 2008, hlm. 1-2
·         Manajemen Sumber Daya Manusia, Yogyakarta : ANDI, 2003
·         Ibid, hlm 4-6
·         Op.cit, hlm. 3-4
·         Ibid., hlm. 4-5
·         Op. cit, hlm.7-12
·         Ibid, hlm. 3-5



Tidak ada komentar:

Posting Komentar